Toko waralaba modern nasional yang berada di Jalan Jendral Soedirman. (DN / Narasipedia.net)
BONTANG. Ketertarikan investor membuka toko modern berjaringan di Kota Bontang masih cukup tinggi. Namun hingga saat ini Pemerintah Kota Bontang belum mengambil keputusan terkait penambahan gerai waralaba baru.
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan setiap usulan investasi yang masuk tidak otomatis dapat direalisasikan. Pemerintah terlebih dahulu melakukan berbagai pertimbangan sebelum menentukan kebijakan.
Menurutnya, perkembangan sektor ritel modern perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi perekonomian daerah. Karena itu, setiap rencana penambahan gerai harus melalui pembahasan bersama perangkat daerah terkait.
“Semua ada prosesnya. Tidak bisa langsung ditambah begitu saja karena harus melihat berbagai aspek,” ujarnya.
Aspiannur menjelaskan, pemerintah daerah saat ini masih mengevaluasi perkembangan usaha ritel di Bontang. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan keberadaan toko modern dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru.
Selain melihat potensi investasi, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi usaha yang telah berjalan. Langkah itu dilakukan agar pertumbuhan sektor perdagangan berlangsung secara seimbang.
Ia menegaskan Pemkot Bontang pada prinsipnya terbuka terhadap investasi. Namun, kebijakan yang diambil harus tetap mengedepankan kepentingan daerah secara menyeluruh.
“Kami mendukung investasi masuk ke Bontang, tetapi tentu harus sesuai aturan dan mempertimbangkan hasil kajian yang ada,” katanya.
Saat ini sejumlah pelaku usaha disebut masih menunjukkan minat untuk mengembangkan jaringan ritel modern di Kota Taman. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan kebijakan baru terkait penambahan gerai waralaba.
“Hasil evaluasi dan rekomendasi dari instansi terkait nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya.
Penulis : DN