Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin. (FOTO: AD/ narasipedia.net)
BONTANG. Pemerintah Kota Bontang menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berkualitas, implementatif, dan mampu mengantisipasi dinamika pembangunan hingga 20 tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang, Syahruddin, dalam pembahasan perubahan RTRW Kota Bontang. Menurutnya, RTRW yang disusun saat ini harus mampu membaca perkembangan masyarakat, kebudayaan, serta berbagai dinamika pembangunan yang akan terjadi di masa depan. Dengan demikian, potensi konflik pemanfaatan ruang dapat diminimalkan sejak dini.
“Kita harus memastikan RTRW yang kita susun berkualitas dan implementatif. Artinya, kita sudah mampu membaca dinamika ke depan sehingga ketika terjadi perkembangan masyarakat maupun pembangunan, ruang-ruang konflik dapat semakin diperkecil,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, dari perspektif perencanaan pembangunan daerah, idealnya penataan ruang disiapkan terlebih dahulu sebelum penyusunan berbagai dokumen perencanaan pembangunan. Namun dalam praktiknya, kondisi tersebut tidak selalu dapat terwujud.
“Secara ideal ruangnya disiapkan dulu, baru kemudian kita merencanakan isinya melalui perencanaan teknokratis maupun strategis. Tetapi situasi kita memang tidak pernah benar-benar ideal sehingga diperlukan penyesuaian antara kebutuhan pembangunan dan aspek keruangan,” jelasnya.
Syahruddin menegaskan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Kota Bontang telah menetapkan arah pembangunan sebagai kota industri dan jasa. Karena itu, diperlukan proyeksi serta penyesuaian tata ruang untuk memastikan visi tersebut dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
“Kota Bontang saat ini memang sudah dikenal sebagai kota industri. Namun yang kita inginkan adalah keberlanjutan industri tersebut, bahkan berkembang dengan hadirnya industri-industri baru di masa depan. Oleh karena itu, dari aspek keruangan perlu dilakukan berbagai penyesuaian,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai tantangan seperti pertumbuhan pembangunan, peningkatan jumlah penduduk, hingga kompleksitas persoalan perkotaan harus diantisipasi melalui RTRW yang adaptif dan visioner.
Dalam proses penyusunannya, Syahruddin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi budidaya dan fungsi lindung. Menurutnya, dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan dan daya dukung wilayah.
“Jangan sampai kita terlalu fokus mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi melupakan fungsi lindung. Pada akhirnya yang dipertaruhkan adalah daya dukung lingkungan. Ini harus menjadi perhatian bersama dalam pembahasan RTRW,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa mencari titik temu antara kepentingan pembangunan dan perlindungan lingkungan bukanlah hal yang mudah. Namun selama perubahan yang dilakukan tidak menimbulkan kerusakan masif dan dampak yang lebih luas, keseimbangan tersebut tetap harus diupayakan.
Lebih lanjut, Syahruddin berharap perubahan RTRW yang tengah disusun dapat selaras dengan arah pembangunan Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa dalam 20 tahun mendatang. Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara RTRW Kota Bontang dengan rencana pengembangan kawasan industri yang ada.
“Kita harus memastikan RTRW selaras dengan pengembangan kawasan industri sehingga daerah dapat memperoleh manfaat dan eksternalitas positif dari keberadaan industri tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut proses penyusunan RTRW yang telah berlangsung selama beberapa tahun telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, untuk menghimpun masukan terkait kebutuhan pembangunan di masa depan.
Di akhir penyampaiannya, Syahruddin mengingatkan agar RTRW tidak hanya menjadi dokumen formalitas, melainkan benar-benar menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
“Jangan sampai RTRW hanya menjadi dokumen yang disusun, tetapi ketika pelaksanaannya justru dilanggar oleh kita sendiri. Komitmen bersama sangat diperlukan agar RTRW benar-benar menjadi pedoman pembangunan Kota Bontang ke depan,” pungkasnya.