BONTANG. Badak LNG melaksanakan simulasi keadaan darurat (Major Emergency Exercise) di area Kilang LNG Badak, Bontang, Kalimantan Timur.
Simulasi diawali dengan bunyi General Emergency Sirene yang menggema di seluruh area Badak LNG pukul 08.17 WITA. Skenario latihan menggambarkan terjadinya kebakaran di bawah loading arm di area Loading Dock 1, yang disebabkan oleh terjadi kebocoran LNG pada flange katup utama salah satu loading arm. Gas yang bocor tersebut tersulut api, sehingga mengakibatkan kebakaran yang dengan cepat membesar di area tersebut.
Dalam simulasi tersebut, dua pekerja maintenance terpapar api dan mengalami luka bakar tingkat dua pada tangan dan dada mereka. Seiring dengan meningkatnya intensitas kebakaran, asap tebal mulai masuk ke area tower, dan terdapat pekerja housekeeping yang sedang melakukan aktivitas kebersihan di area tower. Saat akan evakuasi diri, pekerja housekeeping terhalang oleh asap dan api. Pekerja menghubungi Operator DCS dan melaporkan adanya asap tebal di dalam tower. Tidak lama kemudian, korban mengalami gangguan pernapasan berat, diikuti kehilangan kesadaran, pingsan, dan henti jantung.
Tim Tanggap Kebakaran (Fire Rescue Team) dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas pemadam mengaktifkan monitor air pemadam jarak jauh untuk mengendalikan penyebaran api dan menyiapkan sistem dry chemical untuk memadamkan kebakaran. Sekitar 45 menit setelah kejadian awal kebakaran, api berhasil dipadamkan tanpa adanya eskalasi lebih lanjut. Selanjutnya tim evakuasi, tim medis dan ambulance bergerak cepat melakukan operasi evakuasi dan pertolongan pada para korban setelah kondisi dinyatakan aman untuk mengevakuasi korban. Seluruh korban dapat dievakuasi secara aman dan selamat. Korban di atas tower Loading Dock #1 diselamatkan dengan cara vertical rescue.
Pada pukul 09.33 WITA setelah dilakukan inspeksi tidak ada bocoran gas lanjutan, status all clear diumumkan, dan operasi kilang bisa dilanjutkan Kembali. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan Major Emergency Exercise yang telah direncanakan Badak LNG pada tahun 2026.
Director & Chief Operating Officer Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan Major Emergency Exercise bertujuan untuk melatih kemampuan, koordinasi, serta kesiapsiagaan seluruh pekerja dan manajemen dalam menghadapi keadaan darurat.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di industri LNG dengan tingkat risiko tinggi, hari ini kami melaksanakan Major Emergency Exercise untuk mengantisipasi kondisi darurat. Kami mengucapkan terima kasih atas keterlibatan seluruh pihak sehingga latihan ini dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar sesuai standar serta prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai salah satu Objek Vital Nasional yang memproduksi LNG, Kilang Badak LNG harus beroperasi secara aman dan kondusif. Melalui pelaksanaan simulasi Major Emergency Exercise ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menjaga keselamatan serta keamanan operasional Kilang Badak LNG.
SUMBER: Corporate Communication Badak LNG