Guru pendamping SMPN 5 Bontang, Ayu Fachtyanur, menujukan kardus olahan siswa-siswi SMPN 5 Bontang. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Gaya hidup ramah lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat. SMPN 5 Bontang mengambil langkah nyata melalui kegiatan daur ulang.
Siswa diajak untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memikirkan cara pemanfaatannya kembali. Hal ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.
Kegiatan daur ulang kardus menjadi wadah makanan menjadi salah satu contoh nyata yang dilakukan. Program ini melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.
Ayu Fachtyanur guru pendamping SMPN 5 Bontang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa terhadap lingkungan. Dengan cara ini, siswa diharapkan lebih peduli terhadap sampah.
“Proses dimulai dari perendaman kardus selama 24 jam sebelum diolah lebih lanjut. Tahapan ini menjadi awal dari proses daur ulang,” tuturnya.
Setelah itu, kardus dihaluskan hingga menjadi bubur dan siap dicetak. Proses ini menunjukkan perubahan bentuk limbah menjadi bahan baru.
Bubur kemudian dicetak dan dijemur hingga kering sebelum digunakan. Tahapan ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebiasaan ini diharapkan terus terbawa hingga dewasa,” tutupnya penuh harap.
PENULIS: Re