BONTANG. TK YPK Bontang mengapresiasi inovasi Catin Andini yang dikembangkan Puskesmas Bontang Barat sebagai upaya memperkuat deteksi dini tumbuh kembang anak usia prasekolah.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan Anak, guru PAUD dan TK diberikan pendampingan untuk mengenali indikasi keterlambatan perkembangan anak sejak awal. Program itu dinilai penting karena membantu sekolah mengambil langkah lebih cepat sebelum kondisi anak berkembang lebih jauh.
Koordinator Kesiswaan TK YPK, Isye Supriati, mengatakan pemeriksaan berkala sangat membantu guru dalam memahami kondisi siswa selama proses belajar berlangsung.
Menurutnya, tidak semua hambatan tumbuh kembang langsung terlihat secara kasat mata. Karena itu, keterlibatan tenaga kesehatan dan penggunaan indikator observasi menjadi bagian penting dalam proses deteksi dini.
“Kadang anak terlihat hanya kurang semangat belajar, ternyata setelah diobservasi memang ada masalah fokus yang perlu pendampingan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu siswa di TK YPK sempat mendapat rujukan setelah screening kesehatan dilakukan. Anak tersebut kemudian menjalani observasi lanjutan bersama guru dan orang tua.
Sekolah pun ikut melakukan penyesuaian dalam proses pembelajaran agar anak lebih nyaman dan mudah berkonsentrasi saat belajar. Orang tua juga diminta melakukan perubahan pola pendampingan di rumah.
Hasilnya, perkembangan anak mulai menunjukkan perubahan positif. Anak kini dinilai lebih fokus dan lebih mampu mengikuti kegiatan kelas dibanding sebelumnya.
“Guru merasa senang karena perkembangan anak terlihat jelas. Orang tua juga sangat antusias mengikuti setiap laporan perkembangan dari sekolah,” katanya.
TK YPK berharap program serupa terus dilaksanakan secara rutin karena dinilai memberi manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini di lingkungan pendidikan.
PENULIS: Re