Rusdi Doviyanto Anggota Komisi II DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)
SAMARINDA. Masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah kawasan Kota Samarinda menjadi sorotan DPRD Kota Samarinda. Meski jaringan pipa utama telah menjangkau beberapa wilayah, banyak warga belum dapat menikmati layanan Perumdam Tirta Kencana karena pembangunan jaringan pipa sekunder dinilai belum berjalan optimal.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan strategi dalam pengembangan infrastruktur distribusi air bersih. Menurutnya, pembangunan jaringan tidak cukup berhenti pada pipa utama, tetapi harus dipastikan mampu menjangkau hingga ke permukiman warga.
“Kalau jaringan induknya sudah ada, seharusnya jaringan distribusinya juga segera dibangun. Jangan sampai masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri hanya untuk mendapatkan akses air bersih,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Rusdi mengungkapkan Komisi II masih menerima banyak aspirasi dari masyarakat yang permohonan sambungan rumahnya belum dapat dipenuhi akibat belum tersedianya pipa sekunder. Di beberapa lokasi, warga bahkan harus bergotong royong mengumpulkan dana untuk membangun jaringan agar dapat menikmati layanan air bersih.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya terus terjadi karena penyediaan jaringan distribusi merupakan bagian dari tanggung jawab Perumdam sebagai penyelenggara layanan publik. Ia juga meminta perusahaan lebih terbuka dalam menyampaikan rencana pengembangan jaringan sehingga masyarakat memiliki kepastian mengenai perluasan layanan.
“Warga tidak hanya ingin mengetahui bahwa pipa utama sudah tersedia. Yang mereka harapkan adalah kepastian kapan air bersih bisa benar-benar mengalir ke rumah mereka,” katanya.
Rusdi menyebut Kecamatan Samarinda Ulu masih menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam pengembangan jaringan distribusi. Meski berada di sekitar jalur pipa utama, masih terdapat sejumlah permukiman yang belum terlayani karena jaringan sekunder belum tersedia.
Selain mendorong percepatan pembangunan jaringan, Komisi II DPRD Samarinda juga melakukan evaluasi terhadap kinerja Perumdam Tirta Kencana, termasuk pemanfaatan laba perusahaan. DPRD berharap keuntungan yang diperoleh lebih banyak diarahkan untuk investasi infrastruktur guna memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD telah meminta laporan auditor independen atas laporan keuangan Perumdam Tirta Kencana tahun buku 2025. Dokumen tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan pengelolaan keuangan perusahaan berjalan akuntabel sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan Perumdam bukan hanya besarnya laba yang diperoleh, tetapi sejauh mana masyarakat dapat menikmati layanan air bersih secara merata tanpa harus dibebani biaya pembangunan jaringan,” tegas Rusdi.
PENULIS: MJH