BONTANG. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) bersama instansi terkait menggelar monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran LPG 3 kilogram (Kg) bersubsidi, Kamis (27/2/2026).
Kegiatan ini dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan penting masyarakat menjelang Idulfitri.
Tim gabungan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah agen dan pangkalan LPG untuk memastikan ketersediaan stok, kesesuaian harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp21.000, serta kepatuhan terhadap ketentuan distribusi yang berlaku.
Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran utama subsidi.
“Melalui monitoring ini, kami ingin memastikan LPG 3 Kg benar-benar tersedia untuk masyarakat yang berhak. Dari hasil perhitungan kuota, stok untuk Kota Bontang dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Idulfitri,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa LPG 3 Kg adalah barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu. Karena itu, penggunaan oleh pihak yang tidak berhak seperti ASN maupun pegawai BUMN dan BUMD tidak dibenarkan.
“Kami mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena pasokan aman. Bagi masyarakat mampu, silakan menggunakan LPG non-subsidi seperti 12 Kg atau Brightgas,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan, penjualan di atas HET, atau penyimpangan distribusi melalui Call Center Pertamina 135.
Sementara kepada agen dan pangkalan, diwajibkan memberlakukan jam operasional penjualan mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WITA dan dilarang melayani penjualan pada tengah malam hingga dini hari. Pencatatan transaksi juga harus dilakukan secara real time melalui aplikasi MAP agar data stok sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dengan adanya pengawasan terpadu ini, Pemerintah Kota Bontang berharap distribusi LPG 3 Kg bersubsidi tetap tertib, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.