Home KUKAR Menjamu Benua, Warisan Adat Kutai untuk Keselamatan dan Kelestarian Budaya
KUKAR

Menjamu Benua, Warisan Adat Kutai untuk Keselamatan dan Kelestarian Budaya

587

TENGGARONG. Diiringi tabuhan gendang dan alunan gamelan, rombongan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tampak berjalan khidmat membawa sesajian. Mereka menuju tiga titik penting: Buntut Benua, Tengah Benua, dan Kepala Benua. Inilah prosesi sakral Menjamu Benua, sebuah ritual adat yang menandai pembukaan Erau 2025 di Kota Tenggarong.

Menjamu Benua bukan sekadar tradisi. Bagi masyarakat Kutai, ritual ini merupakan bentuk pemberitahuan resmi dari Sultan bahwa waktu pelaksanaan Erau telah tiba. Di saat yang sama, prosesi ini menjadi doa bersama, memohon keselamatan dan kelancaran agar seluruh rangkaian perayaan adat berlangsung tanpa hambatan.

Dalam ritual, tampak tujuh belian bini, tujuh belian laki, tujuh pangkon bini, dan tujuh pangkon laki, masing-masing membawa perlengkapan ritual. Mereka mengiringi pakaian Sultan yang dibawa sebagai simbol kehadiran beliau secara spiritual. Sesajian yang dipersembahkan pun beragam: mulai dari 41 jenis kue pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, hingga peduduk, semuanya disiapkan dengan penuh makna dan simbol.

Koordinator belian, Sartin, menegaskan bahwa jamuan ini adalah tindak lanjut dari undangan yang sebelumnya disampaikan kepada para tamu tak kasat mata.

“Jamuannya sebagai penghormatan, agar para tamu tak kasat mata merasa dihargai dan tidak mengganggu jalannya acara,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan adanya regenerasi pelaku ritual sehingga tradisi sakral ini tetap lestari. Sartin pun mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk menjaga ketertiban serta mematuhi aturan demi kelancaran seluruh rangkaian Erau.

Bagi masyarakat Kutai, Menjamu Benua lebih dari sekadar seremoni adat. Ia adalah warisan spiritual yang menghubungkan dunia nyata dengan alam gaib, sekaligus simbol doa agar pesta budaya Erau 2025 berjalan aman, lancar, dan penuh berkah.

PENULIS: Fairuzzabady

Related Articles

EDUKASIENTERTAINMENTKALTIMKUKARRAGAM

Erau 2026 Dibuka, Tradisi Kutai Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

TENGGARONG. Erau Adat Kutai Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kembali digelar di...

EDUKASIENTERTAINMENTKALTIMKUKARRAGAM

“Raja Menjamu Rakyatnya”, Semangat Berbagi di Balik Erau 2026

Sultan Aji Muhammad Arifin mengikuti prosesi Beluluh Awal Sultan di Kedaton Kesultanan...

EDUKASIENTERTAINMENTKALTIMKUKARRAGAM

Mengenal Legenda Putri Karang Melenu: Figur Keajaiban dan Jejak Awal Dinasti Kesultanan Kutai

TENGGARONG. Suksesnya pertunjukan Video Mapping yang digelar oleh PKMPM MELUNARA Universitas Kutai Kartanegara...

EDUKASIENTERTAINMENTKALTIMKUKARRAGAM

Pertunjukan Video Mapping Museum Mulawarman Hidupkan Kembali Legenda Kutai, Kisah Putri Karang Melenu

TENGGARONG. Halaman UPTD Museum Negeri Mulawarman, Tenggarong, mendadak gemerlap pada Kamis (6/8/2026) malam....