Proyek Rancangan Program SI KUMBANG yang digagas DPMPTSP Bontang (FOTO: Dok. DPMPTSP Bontang)
BONTANG. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang tengah mendorong pelaksanaan Program SI KUMBANG sebagai upaya memperkuat kemitraan terstruktur antara usaha besar dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa program ini disusun untuk menjawab masih minimnya keterlibatan UMKM dalam rantai ekonomi industri, meskipun Bontang merupakan kota dengan aktivitas investasi di sektor migas, petrokimia, dan energi yang cukup tinggi.
“Kita ingin UMKM tidak hanya jadi penonton. SI KUMBANG memastikan adanya pola kemitraan yang terukur, berkeadilan, dan saling menguntungkan,” ujar Aspiannur.
Program SI KUMBANG atau Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM, menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai fasilitator yang menjembatani kapasitas produksi pelaku UMKM dengan kebutuhan pasokan perusahaan-perusahaan besar. Sementara itu, DPMPTSP berperan sebagai leading sector dalam fasilitasi, penyusunan regulasi, serta pengawasan pelaksanaan kemitraan tersebut.
Aspiannur menjelaskan, implementasi program ini akan dijalankan melalui tiga tahapan utama:
Jangka Pendek (2 bulan): Pembentukan pola kemitraan awal antara koperasi, UMKM, dan perusahaan besar.
Jangka Menengah (6–12 bulan): Penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai payung hukum pelaksanaan program.
Jangka Panjang (1–2 tahun): Pembentukan ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang memperkuat rantai pasok lokal.
“Dampaknya harus nyata. Kita bicara pembukaan pasar, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan kesempatan kerja. Karena itu, Perwali wajib hadir untuk menjamin keberlanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aspiannur menyebut bahwa Program SI KUMBANG sejalan dengan Asta Cita Presiden serta visi Bontang Berbenah, yang menekankan transformasi ekonomi daerah berbasis UMKM dan koperasi.
Seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Bontang juga disebut telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program tersebut.
“Program ini akan melibatkan lintas sektor, terutama seluruh kecamatan dan kelurahan. Mereka siap memberikan dukungan,” pungkasnya.
PENULIS: Wi