Home ADVETORIAL Disdikbud Bontang Ajak Semua Pihak Fokus Tangani Kasus Miras Pelajar
ADVETORIALBONTANG

Disdikbud Bontang Ajak Semua Pihak Fokus Tangani Kasus Miras Pelajar

22

Abdu Safa Muha, Kepala Disdikbud Bontang. (FOTO: Re/narasipedia.net)

BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak dalam saling menyalahkan menyikapi kasus pelajar yang terlibat konsumsi miras oplosan. Pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat diminta lebih fokus pada langkah penyelamatan dan pembinaan agar generasi muda tidak semakin terjerumus dalam pergaulan negatif.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa persoalan yang melibatkan anak-anak usia sekolah tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Menurutnya, kasus tersebut menjadi tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan secara kolaboratif melalui pengawasan, pembinaan, dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.

Ia mengatakan, kondisi yang terjadi seharusnya menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk memperkuat perhatian terhadap perkembangan remaja. Terlebih, masa usia sekolah merupakan fase yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan yang tidak sehat apabila tidak dibarengi pengawasan yang baik.

“Sudah bukan saatnya kita saling menyalahkan. Justru saatnya kita bahu-membahu bekerja bersama,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menilai budaya saling menyalahkan tidak akan memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi. Sebaliknya, sikap tersebut justru dapat memperkeruh suasana, memunculkan stigma negatif, dan menghambat proses pembinaan terhadap anak-anak yang sebenarnya masih membutuhkan pendampingan.

Menurutnya, setiap pihak memiliki peran masing-masing dalam menjaga dan membimbing generasi muda. Pemerintah bertugas menghadirkan kebijakan dan pengawasan, sekolah memperkuat pendidikan karakter, sementara orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mengawasi pergaulan anak di lingkungan keluarga.

Selain itu, masyarakat juga dinilai memiliki peranan penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan positif bagi perkembangan remaja. Kepedulian terhadap aktivitas anak-anak di sekitar tempat tinggal dianggap menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan pemulihan kondisi anak, bukan sekadar memberikan hukuman ataupun cap buruk yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Menurutnya, anak-anak yang melakukan kesalahan tetap membutuhkan ruang untuk dibina dan diarahkan kembali ke jalur yang benar.

Disdikbud Bontang juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter di sekolah melalui berbagai program pembinaan dan kegiatan positif bagi pelajar. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif di luar sekolah.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Abdu Safa optimistis generasi muda di Kota Bontang masih dapat diarahkan kembali menjadi pribadi yang positif, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

PENULIS: Re

Related Articles

BONTANG

Sinergi dan Profesionalisme, PWI Bontang Matangkan Program Kerja di Vila Kooala Sea House

BONTANG. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja (Raker)...

BONTANG

Adipt Maraja Calon Tunggal HIPMI Bontang, Muscab IX Dipastikan Aklamasi

BONTANG. Bursa pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia...

BONTANG

Maju di Muscab HIPMI Bontang, Adipt Maraja Usung Misi Taktis Selamatkan UMKM dan Sektor Konstruksi

BONTANG. Menjelang bursa pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda...

ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Perluasan Air Bersih Tersendat, DPRD Samarinda Minta Perumdam Berbenah

Rusdi Doviyanto Anggota Komisi II DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Masih terbatasnya...