Home KALTIM Fokus Peran Strategis Profesi: Dokter Hewan se-Indonesia Berkumpul di IKN, Bahas Isu Zoonosis hingga Ketahanan Pangan
KALTIMNUSANTARA

Fokus Peran Strategis Profesi: Dokter Hewan se-Indonesia Berkumpul di IKN, Bahas Isu Zoonosis hingga Ketahanan Pangan

18

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono secara resmi membuka penyelenggaraan Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara. (FOTO: HUMAS OIKN)

NUSANTARA. Ibu Kota Nusantara (IKN) terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026. Pembukaan kongres digelar di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi Dokter Hewan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” ini mempertemukan para dokter hewan dari berbagai daerah di Indonesia bersama pemerintah dan pemangku kepentingan bidang veteriner. Kongres menjadi ruang pembahasan mengenai peran profesi dokter hewan dalam mendukung kesehatan hewan, keamanan pangan, kesehatan masyarakat, serta perlindungan lingkungan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut penyelenggaraan kongres tersebut di KIPP Nusantara. Basuki menilai bahwa hadirnya PDHI ini penting bagi Nusantara, khususnya pengalamannya dalam bidang kesehatan hewan dan perlindungan lingkungan.

“Selamat datang di Nusantara, saya menyimak apa yang disampaikan oleh Bapak Ketum dan Ibu Nurhadi tadi, bahwa salah satu peran strategis dokter hewan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan kesehatan hewan. Saya sekaligus bercerita, saya sendiri punya ayam, kenapa saya pelihara, karena saya ingin kalau sudah berhasil bisa diberikan ke desa-desa di Sepaku untuk menangani kasus stunting,” ulas Basuki.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin turut mengapresiasi kegiatan ini. Nuryani menyoroti pertemuan kongres ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan profesi dokter hewan di Indonesia.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar PDHI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Otorita IKN yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kongres ini. Kongres ke 20 PDHI merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi dokter hewan Indonesia,” ujar Nuryani.

Apresiasi ini turut direspons langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, Dr. drh. M. Munawaroh, M.M,. Munawaroh turut mengajak seluruh peserta sesuai dengan pesan yang disampaikan Kepala Otorita IKN kepadanya.

“Atas nama PDHI, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi dan terima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN sehingga acara kongres ini dapat terselenggara di IKN. Dan semuanya telah melihat perkembangan pembangunan IKN, serta seperti apa pesan Pak Bas tadi, beritakan lah apa yang benar tentang IKN,” ujar Munawaroh.

Selain pembukaan Kongres XX PDHI, rangkaian kegiatan di KIPP INI juga diisi dengan Sosialisasi Zoonosis dan Animal Rescue. Sosialisasi ini membahas pencegahan penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia, sekaligus penanganan dan penyelamatan satwa dalam situasi yang mengancam keselamatannya.

Dalam pemaparan mengenai mitigasi risiko zoonosis pada kebakaran hutan tersebut, mengangkat pentingnya pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Kebakaran hutan dapat memicu perpindahan satwa dari habitatnya sehingga meningkatkan kemungkinan interaksi dengan manusia maupun hewan domestik, termasuk risiko penularan penyakit lintas spesies.

Pembahasan tersebut juga menekankan perlunya surveilans, penilaian risiko bersama, komunikasi risiko kepada masyarakat, dan penanganan terpadu antarsektor. Sementara itu, materi animal rescue melengkapi pembahasan melalui pendekatan penyelamatan satwa dan hewan peliharaan dalam situasi darurat, termasuk ketika terjadi kebakaran hutan.

Melalui penyelenggaraan Kongres XX PDHI dan sosialisasi zoonosis serta animal rescue, pengetahuan mengenai kesehatan hewan, keselamatan satwa, dan pencegahan penyakit diharapkan dapat mendukung pembangunan IKN yang tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem alam dan kesehatan masyarakat.

SUMBER: HUMAS OIKN

Related Articles

KALTIMNUSANTARA

Fokus Dampak Ekonomi & UMKM: Pembangunan IKN Gandeng Swasta dan UMKM Daerah, Buka Peluang Kerja Baru

NUSANTARA. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek...

BONTANGENTERTAINMENTGAYA HIDUPKALTIMRAGAMSPORT

Wadahi Kreativitas Bangun Tamiya Tanpa Batas, Cakoy Arena Gelar Fun Race Bebas Regulasi

BONTANG. Setelah sebelumnya sukses menyedot antusiasme lewat kelas STB (Standard Box), Cakoy...

BONTANGCORPORATEKALTIMRAGAM

Mengurai Kemarau, Menyemai Hijau: Jejak Semai Bumi Badak LNG untuk Keberlanjutan Petani di Kampung Hortikultura

Manajemen Badak LNG saat mengunjungi Kampung Hortikultura untuk melaksanakan panen bersama para...

ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Tak Bisa Terus Bergantung pada APBD, Hotel Samarinda Diminta Membidik Pasar IKN

Helmi Abdullah Ketua DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Industri perhotelan di Kota...