Home EDUKASI Kenapa Susunan Huruf Keyboard QWERTY Bukan ABCDE? Ini Sejarah Unik di Baliknya!
EDUKASIRAGAM

Kenapa Susunan Huruf Keyboard QWERTY Bukan ABCDE? Ini Sejarah Unik di Baliknya!

79
BONTANG. Papan ketik atau keyboard dengan susunan QWERTY sudah menjadi standar global yang kita gunakan sehari-hari, baik di laptop, komputer, maupun ponsel pintar. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa huruf-huruf di papan ketik tidak disusun secara berurutan dari A sampai Z? Usut punya usut, susunan QWERTY yang kita kenal sekarang ternyata diciptakan bukan untuk membuat kita mengetik lebih cepat, melainkan justru untuk memperlambatnya.
Sejarah ini bermula pada era penemuan mesin tik mekanik di akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1870-an oleh seorang penemu asal Amerika Serikat bernama Christopher Latham Sholes. Berdasarkan dokumen resmi paten yang diarsipkan oleh United States Patent and Trademark Office (USPTO) dengan nomer paten 0079265, prototipe awal mesin tik buatan Sholes awalnya menggunakan susunan huruf secara alfabetis (A, B, C, D, dan seterusnya).
Masalah besar pun muncul: ketika para juru ketik sudah mahir, mereka mengetik dengan sangat cepat. Akibat kecepatan tersebut, batang-batang huruf (typebars) di dalam mesin tik mekanik sering kali saling berbenturan, menyilang, dan akhirnya macet total (jamming).
Untuk mengatasi masalah kemacetan mekanis tersebut, Christopher Latham Sholes bersama rekannya memutar otak. Seperti yang diulas mendalam oleh majalah sejarah Smithsonian Magazine, mereka sengaja mengacak posisi huruf-huruf yang paling sering digunakan berdampingan dalam bahasa Inggris agar letaknya terpisah jauh.
Dengan memisahkan kombinasi huruf yang sering muncul secara bersamaan, kecepatan tangan juru ketik terpaksa melambat, sehingga mesin tik dapat bekerja dengan lancar tanpa macet. Susunan enam huruf pertama di pojok kiri atas baris huruf yakni Q-W-E-R-T-Y yang kemudian dipatenkan dan menjadi standar industri hingga saat ini.
Meskipun teknologi mekanik mesin tik sudah lama ditinggalkan dan digantikan oleh papan ketik digital atau layar sentuh, susunan QWERTY tetap dipertahankan. Alasannya sederhana: faktor kebiasaan (muscle memory) jutaan pengguna di seluruh dunia yang sudah terlanjur terbiasa dengan pola tersebut.

Related Articles

GAYA HIDUPKALTIMRAGAMSAMARINDA

Harram Jaddah: Upaya Mengarsip Sejarah United Freedom, Komunitas Punk Pertama di Samarinda

BONTANG. Sejarah komunitas punk pertama di Kota Samarinda, United Freedom, ditulis dengan...

BONTANGEDUKASIKALTIM

Diskominfo Bontang Imbau Admin OPD dan Kelurahan Waspadai Modus Penipuan “Social Engineering”

BONTANG. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang mengeluarkan peringatan keamanan siber...

BONTANGKALTIMRAGAM

Cuci Motor di BTN PKT Kini Lebih Praktis, Garasi Cuci Motor Tawarkan Layanan Antar-Jemput

BONTANG. Warga perumahan BTN PKT dan kawasan Bukit Sekatup Damai (BSD), Bontang,...

BONTANGEDUKASIKALTIMRAGAM

Wujudkan Layanan Inklusif, KPU Bontang Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Pegawai

KPU Bontang gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi jajaran Sekretariat KPU...