Home BONTANG Dari Bangku SMP YPK Bontang Menuju Panggung Nasional: Semangat Nadine Valerina Bedah Kimia Karhutla di CFD XVIII
BONTANGEDUKASIKALTIM

Dari Bangku SMP YPK Bontang Menuju Panggung Nasional: Semangat Nadine Valerina Bedah Kimia Karhutla di CFD XVIII

106

BONTANG. Rasa ingin tahu yang besar terhadap fenomena alam di sekitar, khususnya mengenai ke mana perginya sisa asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menuntun langkah Nadine Valerina Ishana Kemat, siswi berbakat dari SMP Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), untuk menyelami sains secara lebih dalam. Melalui proyek edukatif berbentuk video youtube di akunnya @nvalerina bertajuk “Kemana perginya Asap? : Uncovering the Chemistry of Karhutla”, Nadine membuktikan bahwa sains bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan kunci penting untuk memahami dan mencari solusi atas persoalan nyata di Indonesia.

Bagi Nadine, ketertarikannya ini bermula dari keprihatinannya melihat dampak masif karhutla. Berdasarkan laporan BNPB per 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 5.391 titik panas (hotspot) terkonsentrasi di Kalimantan Tengah hingga pekatnya asap mengganggu aktivitas warga dan jarak pandang. Dengan pendekatan ilmu kimia, Nadine mencoba mengedukasi masyarakat bahwa asap kebakaran bukanlah sekadar debu biasa, melainkan kompleksitas reaksi kimia antara bahan organik dan oksigen.

Merujuk pada data Kementerian Kesehatan RI yang ia pelajari, asap tersebut membawa berbagai zat berbahaya, mulai dari karbon monoksida, sulfur dioksida, hingga partikulat halus PM2,5. Ukurannya yang sangat mikro mencapai 2,5 mikrometer atau lebih kecil, membuat partikel ini mampu bertahan di udara, terbawa angin lintas batas negara hingga ke Malaysia dan Singapura, serta mengancam kesehatan pernapasan seperti memicu ISPA dan memperparah asma.

Namun, di balik peliknya dampak karhutla, Nadine optimistis bahwa ilmu kimia memegang peran besar dalam mitigasi bencana. Ia memaparkan bagaimana inovasi seperti penggunaan fire retardant (bahan penghambat api) dapat diaplikasikan secara tepat guna untuk memperlambat penyebaran api tanpa merusak lingkungan. Pengalaman membedah isu lingkungan ini semakin memantapkan tekadnya untuk melangkah ke panggung kompetisi yang lebih luas.

Kini, dengan mengusung semangat tema besar Chemist Fun Days (CFD) XVIII, yaitu “Inovasi Kimia dan Pendidikan Kimia untuk Indonesia Tangguh dan Unggul”, Nadine siap menorehkan prestasi dan membawa nama baik sekolahnya di kancah nasional.

“Halo! Saya Nadine Valerina Ishana Kemat dari SMP Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) siap menjadi bagian dari Chemist Fun Days XVIII. Saya siap berkompetisi, berkolaborasi, dan menciptakan inovasi bersama para kimiawan muda dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Nadine dengan penuh semangat di akun Instagramnya @nvalerina_.

Melalui keikutsertaannya di CFD XVIII, Nadine berharap dapat mengajak lebih banyak generasi muda untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa pelajar Indonesia dan Bontang pada khususnya mampu membawa perubahan nyata melalui ilmu kimia dan pendidikan kimia.

Related Articles

BONTANGKALTIMRAGAM

Cuci Motor di BTN PKT Kini Lebih Praktis, Garasi Cuci Motor Tawarkan Layanan Antar-Jemput

BONTANG. Warga perumahan BTN PKT dan kawasan Bukit Sekatup Damai (BSD), Bontang,...

KALTIMSAMARINDA

DPRD Samarinda Kawal Aspirasi Pedagang Pasar Pagi, Minta Penataan Jalan Perhatikan Akses Usaha

SAMARINDA. DPRD Kota Samarinda berkomitmen mengawal aspirasi warga dan pedagang di sekitar...

BONTANGEDUKASIKALTIMRAGAM

Wujudkan Layanan Inklusif, KPU Bontang Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Pegawai

KPU Bontang gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi jajaran Sekretariat KPU...

EDUKASINASIONALRAGAM

Yuk, Pahami Perjalanan ADHD Lebih Dalam di Sesi Sharing “They Talk! #4”!

BONTANG. Memahami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) tidak cukup hanya dengan mengenali...