SAMARINDA. Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-2, RA De’Ale Biliar Samarinda bakal menggelar turnamen biliar terbuka pada 11-13 September 2026. Turnamen tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 192 pebiliar dari berbagai daerah.
Pertandingan akan berlangsung di RA De’Ale Biliar, Kompleks Go Mall lantai 1, Jalan Bhayangkara, Samarinda. Kategori yang dipertandingkan mulai dari kelas Pemula B hingga handicap 6 dengan total hadiah sekitar Rp59 juta.
Owner RA De’Ale Biliar Samarinda, Hendra Anggara atau yang akrab disapa A’ang mengatakan, turnamen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun tempat usaha yang dipimpinnya, tetapi juga menjadi wadah bagi para pebiliar agar terus mengasah kemampuan.
“Dalam rangka ulang tahun kedua, kami mengadakan turnamen mulai dari handicap Pemula B sampai handicap 6. Kami ingin turnamen seperti ini bisa terus berjalan dan pemain-pemain dengan handicap atas juga bisa ikut serta,” kata A’ang, Sabtu (5/9/26).
Menurutnya, kehadiran pemain yang lebih berpengalaman diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus menjadi contoh bagi para pebiliar muda yang sedang berkembang.
Turnamen tersebut bersifat terbuka sehingga peserta tidak dibatasi hanya berasal dari Samarinda maupun Kalimantan Timur. Pebiliar dari luar daerah bahkan luar provinsi dipersilakan mengikuti kompetisi tersebut.
“Ini kami buka secara open. Jadi dari luar Samarinda atau dari mana saja boleh datang. Yang jelas pemain dari sejumlah daerah di Kaltim kemungkinan akan ikut, termasuk kemungkinan dari Kaltara,” ujarnya.
Panitia menargetkan sekitar 192 peserta ambil bagian selama babak awal. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 96 peserta dijadwalkan bertanding, terdiri dari 48 pemain kategori Pemula B dan 48 pemain handicap 3, 4, 5, dan 6.
Jumlah yang sama kembali dijadwalkan bertanding pada Sabtu (12/9/2026). Dari rangkaian pertandingan dua hari tersebut, sebanyak 64 pemain akan melaju ke pertandingan hari terakhir di babak utama, pada Minggu (13/9/2026).
Pada fase awal, kategori Pemula B dan handicap 3 hingga 6 masih dipertandingkan secara terpisah. Para pemain dari kedua kategori kemudian akan dipertemukan setelah kompetisi memasuki babak 32 besar.
Dirinya berharap turnamen tersebut dapat ikut mendorong regenerasi atlet biliar di Kalimantan Timur. Menurutnya, pemain senior memiliki peran penting agar memberikan contoh positif kepada pemain muda, baik pada pertandingan maupun membangun sportivitas.
“Harapannya pemain senior bisa memberikan contoh yang baik kepada pemain-pemain muda, sehingga nantinya muncul bibit-bibit baru untuk Kaltim,” katanya.
Selain mencari bibit potensial, A’ang ingin kegiatan tersebut turut mengubah stigma terhadap olahraga biliar. Ia menilai pandangan masyarakat terhadap biliar perlahan mulai bergeser, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, promosi melalui media sosial serta semakin banyaknya turnamen dan komunitas biliar ikut membuat olahraga tersebut semakin dikenal sebagai aktivitas positif dan kompetitif.
“Kami banyak menyebarkan informasi melalui media sosial supaya biliar tidak lagi dipandang negatif. Sekarang biliar justru mulai menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Pandangan terhadap biliar sudah semakin berubah,” pungkasnya. (*)