BONTANG. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang menggelar Rapat Evaluasi Pengumpulan dan Pemeriksaan Data Statistik Sektoral sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Kegiatan yang berlangsung di Gedung BPU Kecamatan Bontang Barat, Rabu (6/6/2026), ini diikuti perwakilan perangkat daerah selaku produsen data.
Rapat evaluasi tersebut bertujuan memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mendukung implementasi program Satu Data Indonesia (SDI) di Kota Bontang.
Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, yang diwakili Sekretaris Diskominfo Rudyanur, menyampaikan bahwa data merupakan elemen penting dalam proses pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, data menjadi unsur yang sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan terukur,” ujar Rudyanur saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, selain memberikan pemahaman dan pemantapan terkait pelaksanaan Satu Data Indonesia, kegiatan evaluasi ini juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antarperangkat daerah dalam penyajian data.
Menurutnya, kesamaan persepsi diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih data yang dapat memengaruhi kualitas informasi yang digunakan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.
“Tujuan kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai Satu Data Indonesia, tetapi juga mengevaluasi hasil pemeriksaan data yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim Diskominfo kepada perangkat daerah selaku produsen data. Kami ingin memastikan data yang disajikan memiliki kualitas yang baik dan seragam,” jelasnya.
Rudyanur juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat dipahami dan diterapkan oleh perangkat daerah dalam pengelolaan data sektoral.
“Kami berharap apabila terdapat data yang memiliki kesamaan antarperangkat daerah, dapat dibahas dan diselesaikan bersama sehingga ke depan penyajian data menjadi lebih terintegrasi dan tidak menimbulkan perbedaan informasi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan materi terkait evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral dan implementasi Satu Data Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola data yang lebih baik di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.