Home ADVETORIAL Disdikbud Bontang Jadikan Rumah Adat Kutai Guntung Sebagai Ruang Publik Budaya
ADVETORIALBONTANG

Disdikbud Bontang Jadikan Rumah Adat Kutai Guntung Sebagai Ruang Publik Budaya

54

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa. (FOTO: RE/narasipedia.net)

BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong pemanfaatan Rumah Adat Kutai di Kelurahan Guntung sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa, mengatakan fasilitas tersebut memang dibuka untuk umum agar keberadaan rumah adat tidak hanya menjadi simbol budaya semata, tetapi juga aktif dimanfaatkan warga.

“Rumah adat ini memang kami siapkan supaya bisa dipakai masyarakat untuk berbagai kegiatan bersama,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurut Arfa, masyarakat maupun organisasi yang ingin menggunakan rumah adat tidak dikenakan biaya sewa. Pengguna hanya diminta menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, kebutuhan listrik selama acara juga disesuaikan dengan penggunaan masing-masing karena sistem kelistrikan di lokasi menggunakan voucher prabayar.

“Kalau ada kegiatan tinggal menyesuaikan kebutuhan listriknya saja, karena di sana sudah menggunakan sistem voucher,” katanya.

Selama ini, Rumah Adat Kutai Guntung disebut cukup aktif digunakan untuk berbagai agenda masyarakat. Mulai dari pertemuan komunitas, kegiatan olahraga, acara adat, hingga aktivitas yang melibatkan pihak kelurahan dan organisasi profesi.

Disdikbud menilai tingginya aktivitas masyarakat di rumah adat menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya lokal di Kota Bontang.

Arfa menyebut semakin sering fasilitas budaya dimanfaatkan masyarakat, maka rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah juga akan semakin tumbuh.

“Harapannya rumah adat ini benar-benar hidup bersama masyarakat, bukan hanya dipandang sebagai bangunan budaya saja,” tuturnya.

Selain bangunan utama, area halaman rumah adat juga dapat digunakan untuk kegiatan berskala lebih besar seperti resepsi pernikahan maupun kegiatan sosial lainnya. Namun seluruh perlengkapan dan dekorasi menjadi tanggung jawab penyelenggara acara.

Disdikbud Bontang turut mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga ornamen budaya yang ada di kawasan rumah adat, termasuk patung Lembuswana dan ornamen burung kuntul perak yang menjadi bagian dari identitas budaya Kutai di lokasi tersebut.

PENULIS: RE

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Wujudkan Internet Publik Sehat, Dikominfo Bontang Batasi Game Online, Judi Online, dan Akses Saat Waktu Salat di Jaringan BONTANG ZERO BLANKSPOT 

Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, saat melakukan monev fasilitas internet publik...

ADVETORIALBONTANGEDUKASI

Bukan Sekadar Ganti Nama, Transisi Bontang Bebas Kuota ke BONTANG ZERO BLANKSPOT Jadi Langkah Nyata Pemerataan Akses Digital

Diskominfo Bontang saat lakukan monev program internet publik gratis BONTANG ZERO BLANKSPOT....

BONTANG

​PWI Bontang Buka UKW Kelas Muda hingga Utama, Bentuk Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Pers

BONTANG. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina...

ADVETORIALBONTANGCORPORATE

Sinergi Penanganan Karhutla Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan Ribuan Masker hingga Extra Fooding

BONTANG. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program PKT Proaktif menyalurkan...