Home ADVETORIAL Disdikbud Bontang Jadikan Rumah Adat Kutai Guntung Sebagai Ruang Publik Budaya
ADVETORIALBONTANG

Disdikbud Bontang Jadikan Rumah Adat Kutai Guntung Sebagai Ruang Publik Budaya

31

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa. (FOTO: RE/narasipedia.net)

BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong pemanfaatan Rumah Adat Kutai di Kelurahan Guntung sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa, mengatakan fasilitas tersebut memang dibuka untuk umum agar keberadaan rumah adat tidak hanya menjadi simbol budaya semata, tetapi juga aktif dimanfaatkan warga.

“Rumah adat ini memang kami siapkan supaya bisa dipakai masyarakat untuk berbagai kegiatan bersama,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurut Arfa, masyarakat maupun organisasi yang ingin menggunakan rumah adat tidak dikenakan biaya sewa. Pengguna hanya diminta menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, kebutuhan listrik selama acara juga disesuaikan dengan penggunaan masing-masing karena sistem kelistrikan di lokasi menggunakan voucher prabayar.

“Kalau ada kegiatan tinggal menyesuaikan kebutuhan listriknya saja, karena di sana sudah menggunakan sistem voucher,” katanya.

Selama ini, Rumah Adat Kutai Guntung disebut cukup aktif digunakan untuk berbagai agenda masyarakat. Mulai dari pertemuan komunitas, kegiatan olahraga, acara adat, hingga aktivitas yang melibatkan pihak kelurahan dan organisasi profesi.

Disdikbud menilai tingginya aktivitas masyarakat di rumah adat menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya lokal di Kota Bontang.

Arfa menyebut semakin sering fasilitas budaya dimanfaatkan masyarakat, maka rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah juga akan semakin tumbuh.

“Harapannya rumah adat ini benar-benar hidup bersama masyarakat, bukan hanya dipandang sebagai bangunan budaya saja,” tuturnya.

Selain bangunan utama, area halaman rumah adat juga dapat digunakan untuk kegiatan berskala lebih besar seperti resepsi pernikahan maupun kegiatan sosial lainnya. Namun seluruh perlengkapan dan dekorasi menjadi tanggung jawab penyelenggara acara.

Disdikbud Bontang turut mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga ornamen budaya yang ada di kawasan rumah adat, termasuk patung Lembuswana dan ornamen burung kuntul perak yang menjadi bagian dari identitas budaya Kutai di lokasi tersebut.

PENULIS: RE

Related Articles

ADVETORIAL

Dorong Budaya Inovasi, Bapperida Bontang Buka Ruang Kreativitas Bagi Warga Kota Taman

Sekretaris Bapperida Kota Bontang, Ilham Wahyudi. (FOTO: RDY/narasipedia.net)  ​BONTANG. Badan Perencanaan Pembangunan,...

ADVETORIAL

Bapperida Bontang Tegaskan Inovasi OPD Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

Sekretaris Bapperida Kota Bontang, Ilham Wahyudi. (FOTO: RDY/narasipedia.net)  BONTANG. Evaluasi terhadap inovasi...

ADVETORIALBONTANG

DKP3 Bontang Salurkan 600 Ayam Petelur ke Kelompok Tani, Hasil Telur Disiapkan Bantu Cegah Stunting

DKP3 memberikan bantuan ayam petelur kepada peternak melalui APBD Bontang tahun ini....

ADVETORIALBONTANG

Rapat Ekspose Hasil Survei Kepuasan Pengguna Inovasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang Tahun 2026

Suasana Rapat Evaluasi Inovasi Daerah yang digelar Bapperida Bontang. (FOTO: RDY/narasipedia.net)  BONTANG....