Home ADVETORIAL DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Lulusan Baru dan Ketersediaan Lapangan Kerja
ADVETORIALSAMARINDA

DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Lulusan Baru dan Ketersediaan Lapangan Kerja

44

Sri Puji Astuti Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)

SAMARINDA. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kota Samarinda, terutama soal pengangguran yang dinilai belum sepenuhnya tergambar secara utuh.

Ia mengakui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Samarinda tercatat menurun menjadi 5,31 persen tahun 2026. Namun menurutnya, angka persentase saja belum cukup menjelaskan kondisi riil di lapangan.

“Memang secara data BPS turun jadi 5,31 persen. Tapi jumlah pastinya berapa? Kita tidak diberi angka riilnya,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Puji juga menyoroti kesiapan lapangan kerja dalam menyerap lulusan baru setiap tahunnya. Ia mengingatkan, Samarinda terus melahirkan fresh graduate dari SMA, SMK hingga perguruan tinggi. Sementara itu, ketersediaan lapangan pekerjaan belum tentu sebanding.

“Setiap tahun ada lulusan baru. Pertanyaannya, berapa kesiapan lapangan kerja yang disiapkan untuk mereka? Walaupun pasti berbanding terbalik,” katanya.

Ia mencontohkan, meski lowongan yang tersedia bisa mencapai dua ribuan, belum tentu seluruhnya terserap oleh tenaga kerja lokal.

“Lowongan ada sekitar 2.000-an, tapi pekerja yang ada berapa? Berapa yang tidak terserap?” tambahnya.

Pelaksanaan job fair pun tak luput dari sorotan. Menurut Puji, kegiatan tersebut memang membuka banyak lowongan, namun dalam praktiknya muncul kendala.

“Ternyata ada anomali di Samarinda. Lowongan banyak disiapkan, tapi peminatnya sedikit. Sudah diwawancara, sudah lolos, tapi ketika waktunya masuk kerja justru mengundurkan diri. Mungkin karena tidak sesuai dengan keinginan tenaga kerja,” jelasnya.

Akibatnya, tidak sedikit lowongan yang akhirnya diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Meski demikian, Puji berharap Pemerintah Kota Samarinda tetap mengalokasikan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja untuk program pelatihan dan pembinaan.

Menurutnya, pembinaan dari bawah penting agar kesiapan tenaga kerja lokal bisa lebih matang dan sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Jadi pengangguran kita bukan hanya dilihat dari angka 5,31 persen tadi menurut BPS. Tapi benar-benar riil, pengangguran terbuka kita berkurang,” tegasnya.

PENULIS: MJH

Related Articles

ADVETORIALBONTANGCORPORATEEDUKASI

PT Badak NGL Fasilitasi Penyaluran Bantuan Pendidikan OGFICE 2026 Senilai Rp316,5 Juta untuk Kota Bontang

BONTANG. Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di...

ADVETORIALBONTANGCORPORATESPORT

Semarak HUT ke-49 Pupuk Kaltim, 15 Kelurahan Ramaikan Pupuk Kaltim Cup 2026

BONTANG. Turnamen sepak bola Pupuk Kaltim Cup 2026 resmi bergulir di Stadion...

ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Pengusaha Reklame Minta Izin Dipermudah, Markaca: Keluhan Mereka Berdasar

Markaca Ketua Pansus I DPRD Samarinda. (Foto: MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Pelaku usaha reklame...

ADVETORIALKALTIMSAMARINDA

Lahan Tidur Belum Produktif, Kamaruddin Soroti Minimnya Irigasi di Samarinda

Kamaruddin Anggota Komisi II DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Lahan yang belum...