Home ADVETORIAL DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Lulusan Baru dan Ketersediaan Lapangan Kerja
ADVETORIALSAMARINDA

DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Lulusan Baru dan Ketersediaan Lapangan Kerja

3

Sri Puji Astuti Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda (Foto: MJH/narasipedia.net)

SAMARINDA. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kota Samarinda, terutama soal pengangguran yang dinilai belum sepenuhnya tergambar secara utuh.

Ia mengakui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Samarinda tercatat menurun menjadi 5,31 persen tahun 2026. Namun menurutnya, angka persentase saja belum cukup menjelaskan kondisi riil di lapangan.

“Memang secara data BPS turun jadi 5,31 persen. Tapi jumlah pastinya berapa? Kita tidak diberi angka riilnya,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Puji juga menyoroti kesiapan lapangan kerja dalam menyerap lulusan baru setiap tahunnya. Ia mengingatkan, Samarinda terus melahirkan fresh graduate dari SMA, SMK hingga perguruan tinggi. Sementara itu, ketersediaan lapangan pekerjaan belum tentu sebanding.

“Setiap tahun ada lulusan baru. Pertanyaannya, berapa kesiapan lapangan kerja yang disiapkan untuk mereka? Walaupun pasti berbanding terbalik,” katanya.

Ia mencontohkan, meski lowongan yang tersedia bisa mencapai dua ribuan, belum tentu seluruhnya terserap oleh tenaga kerja lokal.

“Lowongan ada sekitar 2.000-an, tapi pekerja yang ada berapa? Berapa yang tidak terserap?” tambahnya.

Pelaksanaan job fair pun tak luput dari sorotan. Menurut Puji, kegiatan tersebut memang membuka banyak lowongan, namun dalam praktiknya muncul kendala.

“Ternyata ada anomali di Samarinda. Lowongan banyak disiapkan, tapi peminatnya sedikit. Sudah diwawancara, sudah lolos, tapi ketika waktunya masuk kerja justru mengundurkan diri. Mungkin karena tidak sesuai dengan keinginan tenaga kerja,” jelasnya.

Akibatnya, tidak sedikit lowongan yang akhirnya diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Meski demikian, Puji berharap Pemerintah Kota Samarinda tetap mengalokasikan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja untuk program pelatihan dan pembinaan.

Menurutnya, pembinaan dari bawah penting agar kesiapan tenaga kerja lokal bisa lebih matang dan sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Jadi pengangguran kita bukan hanya dilihat dari angka 5,31 persen tadi menurut BPS. Tapi benar-benar riil, pengangguran terbuka kita berkurang,” tegasnya.

PENULIS: MJH

Related Articles

ADVETORIALBONTANG

Dampak Ekonomi Tak Merata, DPRD Soroti Pola Belanja Daerah

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi (FOTO: AD/narasipedia.net) BONTANG. Ketimpangan dampak...

ADVETORIALSAMARINDA

Samri Minta Dishub Tindak Tegas Truk Kontainer yang Gunakan Badan Jalan

Samri Shaputra Ketua Komisi I DPRD Samarinda (Foto : MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Ketua...

ADVETORIALSAMARINDA

Samri Soroti Reklame Tak Berizin, Potensi PAD Dinilai Belum Maksimal

Samri Shaputra Ketua Komisi I DPRD Samarinda (Foto : MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Ketua...

ADVETORIALSAMARINDA

Samri Dukung Zona Khusus Reklame, Soroti “Sampah Visual” di Samarind

Samri Shaputra Ketua Komisi I DPRD Samarinda (Foto : MJH/narasipedia.net) SAMARINDA. Ketua...