Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi (FOTO : AD/narasipedia.net)
BONTANG. DPRD Kota Bontang mengingatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) agar tetap menjaga kesiapsiagaan layanan meski realisasi anggaran pada triwulan pertama tahun berjalan telah melampaui target yang ditetapkan.
Dalam evaluasi kinerja perangkat daerah, realisasi anggaran Damkar dilaporkan mencapai 31 persen, lebih tinggi dibanding target awal sebesar 25 persen. Capaian tersebut dinilai cukup baik dan menunjukkan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, DPRD menilai kesiapan operasional tetap harus menjadi prioritas utama, terutama terkait armada, personel, dan dukungan kebutuhan lapangan lainnya.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, mengatakan anggaran operasional yang masih memungkinkan untuk dioptimalkan sebaiknya diarahkan guna mendukung kesiapan layanan Damkar.
Menurutnya, kesiapan kendaraan dan ketersediaan bahan bakar menjadi faktor penting dalam memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat di masyarakat.
“Kalau ada anggaran operasional yang masih bisa dioptimalkan, harapannya itu diprioritaskan untuk mendukung kesiapan Damkar. Karena layanan ini harus selalu siap setiap saat,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Bonnie menegaskan, jangan sampai pelayanan kedaruratan terganggu akibat kendala teknis di lapangan, termasuk persoalan bahan bakar maupun kesiapan kendaraan operasional.
“Jangan sampai ada kejadian darurat tetapi armada tidak bisa bergerak karena persoalan operasional. Hal seperti ini harus benar-benar diantisipasi,” katanya.
Selain itu, Politisi PKB ini juga menyoroti semakin luasnya tugas Damkar yang kini mencakup berbagai layanan penyelamatan non-kebakaran, seperti evakuasi hewan liar, penanganan sarang tawon, hingga kondisi yang mengganggu keamanan dan ketenteraman warga.
“Peran Damkar sekarang tidak hanya soal memadamkan kebakaran, tetapi juga berbagai bentuk penyelamatan lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tandasnya.
Penulis : AD