Home KALTIM Guyuran Air, Sukacita, dan Makna di Balik Belimbur Penutup Erau 2025
KALTIMKUKAR

Guyuran Air, Sukacita, dan Makna di Balik Belimbur Penutup Erau 2025

555

TENGGARONG. Teriakan riang anak anak, tawa orang dewasa, dan guyuran air tanpa henti mewarnai jalanan Tenggarong pada Senin (29/9/2025). Di hari itu, masyarakat Kutai larut dalam tradisi Belimbur, sebuah prosesi yang menutup rangkaian Erau Adat Kutai 2025.

Sejak pagi, keramaian sudah terasa. Rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mengiringkan Naga Laki dan Naga Bini ke Kutai Lama. Di depan Keraton, sejumlah ritual sakral dilaksanakan: dimulai Beumban, dilanjutkan Begorok, Rangga Titi, hingga puncaknya Belimbur.

Bagi masyarakat Kutai, Belimbur bukan sekadar bermain air. Tradisi turun temurun ini dipercaya sebagai wujud penyucian diri, melunturkan sifat buruk, sekaligus menghapus unsur kejahatan. Air, sebagai sumber kehidupan, diyakini membawa berkah, membersihkan lahir dan batin setiap orang yang terkena percikannya.

Prosesi dimulai ketika Sultan memercikkan air tuli kepada para hadirin. Setelah itu, tak ada lagi batasan. Semua orang mulai dari warga hingga wisatawan turut serta saling menyiram air. Jalanan pun berubah menjadi arena kebersamaan yang basah dan penuh tawa. Namun, makna filosofis Belimbur kini berpadu dengan wajah baru yang lebih meriah. Generasi muda memaknainya sebagai “perang air” yang hanya datang sekali dalam setahun.

Kantong plastik berisi air hingga pompa pemadam kebakaran ikut meramaikan tradisi ini, menambah suasana gegap gempita di sepanjang jalan Tenggarong. Walau terbuka untuk umum, ada aturan yang tetap dijaga. Anak anak kecil dan lansia dikecualikan dari prosesi, demi memastikan keamanan.

Seiring berjalannya waktu, Belimbur berkembang menjadi festival rakyat penuh sukacita. Ia bukan lagi sekadar ritual adat, melainkan juga momentum mempererat kebersamaan, menghadirkan tawa, dan menegaskan identitas budaya Kutai Kartanegara di tengah arus modernitas. Dan ketika tetes tetes air terakhir membasahi tubuh para peserta, satu hal menjadi jelas: Belimbur bukan hanya perayaan, melainkan juga pengingat tentang arti kebersihan hati, persatuan, dan warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

PENULIS: Fairuzzabady

narasipedia logo N jadi

NARASIPEDIA

Kabar Baik Untuk Semua

Trending Now

Hot Topics

Related Articles

KALTIMNUSANTARA

KPU se-Indonesia Kunjungan Kerja ke IKN, Bahas Dukungan Pembangunan dan Persiapan Dapil Pemilu 2029

Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Indonesia melakukan kunjungan kerja ke IKN. (FOTO: Humas...

KALTIMNUSANTARA

Hermina Group dan Otorita IKN Kolaborasi Tanam Pohon di MHHT Nusantara

Nusantara. Hari ini, Hermina Hospitals Group memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41...

KALTIMNUSANTARA

AFC Women’s Football Day 2026 di IKN, Bangun Kepercayaan Diri Siswi Lewat Sepak Bola

Sebanyak 140 siswi dari jenjang SD hingga SMP di wilayah delineasi IKN...

KALTIMNUSANTARA

Desain Kawasan Legislatif–Yudikatif IKN Disahkan Presiden, MPR Beri Apresiasi

Presiden Prabowo telah menandatangani desain pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN dan...

Tentang Kami

Tentang | Kontak | Kru narasipedia | Pedoman Media Siber

Sosial Media

© Copyright 2025 - PT. Pedia Media Nusantara - narasipedia.net