Home BONTANG Sering Ditulis “Ramadhan”, Ternyata yang Diakui Resmi oleh KBBI Adalah Ini
BONTANGGAYA HIDUP

Sering Ditulis “Ramadhan”, Ternyata yang Diakui Resmi oleh KBBI Adalah Ini

687

Bontang. Tau gak sih perbedaan penulisan antara “Ramadan” dan “Ramadhan”? Meski keduanya sama-sama merujuk pada bulan puasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) secara resmi menetapkan bentuk baku yang benar adalah “Ramadan”, tanpa huruf “h”.

Berdasarkan penelusuran pada KBBI Daring yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, entri yang tercatat adalah “Ramadan”. Tidak ditemukan bentuk “Ramadhan” sebagai lema baku dalam kamus tersebut.

Dalam KBBI, “Ramadan” didefinisikan sebagai “bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa”. Definisi ini menegaskan bahwa istilah tersebut telah disesuaikan dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

Penulisan “Ramadhan” dengan tambahan huruf “h” memang masih banyak digunakan di masyarakat. Bentuk ini kerap dijumpai dalam buku-buku keagamaan, media massa, hingga komunikasi sehari-hari. Hal itu tidak lepas dari pengaruh transliterasi langsung dari bahasa Arab yang mempertahankan unsur “dh”.

Namun, dalam sistem ejaan bahasa Indonesia yang merujuk pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), konsonan ganda atau bunyi khusus seperti “dh” disederhanakan agar konsisten dengan kaidah penulisan nasional. Karena itu, bentuk yang digunakan dalam konteks resmi adalah “Ramadan”.

Penggunaan bentuk baku ini juga terlihat dalam berbagai rilis pemerintah. Kementerian Agama Republik Indonesia, misalnya, secara konsisten menggunakan “Ramadan” dalam pengumuman sidang isbat maupun dokumen resmi lainnya.

Dengan demikian, meskipun “Ramadhan” masih lazim digunakan karena faktor tradisi dan kebiasaan, penulisan yang sesuai standar bahasa Indonesia tetaplah “Ramadan”. Bagi penulis, jurnalis, dan institusi resmi, merujuk pada KBBI menjadi langkah penting untuk menjaga ketepatan dan konsistensi berbahasa.

Related Articles

BONTANGRAGAM

Lima Tahun Tak Putus, Satimpo Berbagi Jadi Wujud Kepedulian Lurah dan Pegawai kepada Warga

BONTANG. Kepedulian terhadap warga kurang mampu terus ditunjukkan Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang...

BONTANG

Kabut Asap Selimuti Bontang, Dokter Paru Ingatkan Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan

BONTANG. Kabut asap menyelimuti Kota Bontang, Kamis (17/9/2026) pagi. Sejumlah kawasan kota...

ADVETORIALBONTANG

Soal 25 Merek Beras Fortifikasi, DKP3 Bontang Tunggu Arahan Kementan

Ilustrasi beras fortifikasi yang diduga bermasalah dan beredar di pasaran. (FOTO: AI...

ADVETORIALBONTANG

Integrasikan Berbagai Layanan Publik, Diskominfo Bontang Siapkan Super App Limau

Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, Yudi Pancoro. (FOTO: Rdy/narasipedia.net) BONTANG. Guna memaksimalkan...