Home BONTANG Nobar Film Horor Kuyank Jadi Media KPB Kota Bontang Lestarikan Budaya Banjar 
BONTANGENTERTAINMENTGAYA HIDUP

Nobar Film Horor Kuyank Jadi Media KPB Kota Bontang Lestarikan Budaya Banjar 

386

Lestarikan budaya banjar, KPB Bontang gelar kegiatan nobar film horor Kuyank (FOTO: Dok. KPB)

BONTANG. Kerukunan Pemuda Banjar (KPB) Kota Bontang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film horor Kuyank sebagai upaya melestarikan budaya Banjar di komunitas perantauan. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (9/2/2026) malam di bioskop XXI Bontang City Mall dan diikuti oleh anggota KPB serta masyarakat Banjar yang berada di Kota Bontang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah KPB dalam menjaga identitas budaya Banjar di tengah kehidupan masyarakat multikultural.

Film Kuyank merupakan film horor yang mengangkat urban legend dari kepercayaan masyarakat Banjar dan Kalimantan Selatan. Cerita film ini menyuguhkan teror mistis yang dibalut dengan konflik keluarga, adat, serta nilai-nilai budaya lokal yang masih kuat. Melalui pendekatan horor, film ini turut memperkenalkan folklor dan kearifan lokal etnis Banjar kepada penonton.

Poster film KUYANK (FOTO. Ist)

Ketua KPB Kota Bontang, Nurhadi, mengatakan bahwa kegiatan nobar ini menjadi sarana edukasi budaya yang efektif, khususnya bagi generasi muda Banjar di perantauan. Menurutnya, film dapat menjadi media yang menarik untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya daerah.

“Melalui nobar ini, kami ingin budaya Banjar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda meskipun berada jauh dari tanah asal. Film Kuyank kami pilih karena sarat dengan nilai budaya lokal,” terangnyai.

Pada kesempatan tersebut, Nurhadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, yang telah memberikan dukungan dan turut mensponsori kegiatan nobar film Kuyank.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bonnie Sukardi atas dukungan dan perhatiannya terhadap kegiatan KPB. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam upaya melestarikan budaya Banjar di tanah perantauan,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi (FOTO: Doc. Pribadi)

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, mengapresiasi semangat dan konsistensi KPB Kota Bontang dalam menjaga kebudayaan Banjar di perantauan. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap identitas budaya daerah.Ia juga memuji film Kuyank sebagai sebuah film yang menarik karena mengangkat kebudayaan Kalimantan khusunya Kalimantan Selatan.

“Menurut saya, film Kuyank sangat menarik karena mengangkat tema urban legend di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. Film ini memperlihatkan kemahiran para sineas Indonesia. Proses syuting yang dilakukan di berbagai wilayah Kalimantan Selatan dengan mengangkat kultur lokal etnis Banjar serta melibatkan para pelaku seni dan warga lokal, membuat kerinduan masyarakat Banjar di perantauan dapat terobati melalui film ini,” pungkasnya.

 

Related Articles

ADVETORIALBONTANGCORPORATEEDUKASI

PT Badak NGL Fasilitasi Penyaluran Bantuan Pendidikan OGFICE 2026 Senilai Rp316,5 Juta untuk Kota Bontang

BONTANG. Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di...

BONTANGGAYA HIDUPRAGAM

Bantu UMKM Baru Merintis, MemoDigital Rilis Aplikasi Kasir MemoCash yang Praktis dan Gratis

BONTANG. Upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Taman...

BONTANG

Kecewa Badak LNG Mangkir, DPRD Bontang Peringatkan Potensi Konflik Sosial Soal Lahan 

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, yang juga merupakan anggota...

BONTANG

Kakanwil Tinjau Kebun SAE Lapas Bontang, Panen 15 Kg Kacang Panjang

BONTANG. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur meninjau Kebun Sarana...