Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sandy menggelar pelatihan Skema Penata Rias Pengantin Muslim dan Makeup Fantasi.
Narasipedia,Bontang – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sandy bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menggelar pelatihan Skema Penata Rias Pengantin Muslim dan Makeup Fantasi yang dirangkaikan dengan Sertifikasi Profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini berlangsung pada 3 hingga 25 Februari 2025, dengan diikuti oleh 21 peserta. Puncaknya, pada 26 Februari 2025, digelar sertifikasi BNSP sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi peserta.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membantu para ibu menjadi pekerja mandiri, berkontribusi dalam perekonomian keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan. Namun, ia menyoroti adanya peserta yang hanya sekadar mengikuti berbagai pelatihan tanpa fokus pada satu bidang. Ia juga menekankan pentingnya seleksi ketat dalam pemberian sertifikat. Dengan anggaran yang besar, termasuk biaya sertifikasi yang mencapai Rp2 juta per orang, maka hanya peserta yang benar-benar memahami dan menguasai teori serta praktik yang layak mendapat pengakuan

“Yang dibutuhkan bukan hanya menambah wawasan, tetapi mendalami keahlian tertentu agar benar-benar menjadi ahli. Oleh karena itu, penting bagi peserta untuk serius belajar dan tidak hanya sekadar mengumpulkan sertifikat. Hal ini penting agar mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan memberikan manfaat nyata bagi diri sendiri serta masyarakat,” ujarnya.
Ketua LPK Sandy, Ernawati, turut menyampaikan harapannya agar peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap para peserta yang telah mendapatkan sertifikasi dapat segera terjun ke dunia kerja atau merintis usaha sendiri di bidang tata rias.
“Kami ingin lulusan pelatihan ini menjadi tenaga profesional yang diakui dan mampu bersaing di industri kecantikan,” ungkapnya.

Sementara itu, penguji sertifikasi BNSP, Aa Sudarsono, menekankan bahwa pelatihan dan sertifikasi seperti ini memberikan banyak manfaat. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga membantu peserta memahami standar industri yang berlaku.
“Sertifikasi profesi bukan sekadar selembar kertas, tetapi bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi di bidangnya. Dengan sertifikat ini, peluang kerja semakin terbuka, baik sebagai pekerja maupun wirausaha,” jelasnya.
Salah satu peserta, Fitriani, mengungkapkan motivasinya dalam mengikuti pelatihan ini. Ia ingin memperdalam teknik tata rias pengantin agar lebih dipercaya oleh pelanggan dan memiliki sertifikat yang diakui secara resmi oleh BNSP. Menurutnya, memiliki sertifikasi bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas.
“Saya ingin memperdalam teknik tata rias pengantin agar lebih dipercaya oleh pelanggan dan memiliki sertifikat yang diakui secara resmi oleh BNSP. Dengan sertifikasi ini, saya merasa lebih percaya diri dan memiliki peluang usaha yang lebih luas,” terangnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak tenaga kerja profesional di bidang tata rias yang siap bersaing dan memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat. Para peserta pun diimbau untuk terus belajar dan mengasah keterampilan agar dapat berkembang dan sukses di dunia kecantikan.