Home ADVETORIAL Disdikbud Bontang Khawatir Tren “Sujud Freestyle” Dianggap Permainan Biasa oleh Pelajar
ADVETORIALBONTANG

Disdikbud Bontang Khawatir Tren “Sujud Freestyle” Dianggap Permainan Biasa oleh Pelajar

72

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (FOTO: Re/narasipedia.net)

BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengkhawatirkan tren “sujud freestyle” dianggap sebagai permainan biasa oleh kalangan pelajar, khususnya anak usia sekolah dasar. Fenomena yang awalnya ramai di media sosial itu kini mulai ditiru di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah hingga area tempat anak berkumpul.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan aksi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena memiliki risiko besar terhadap keselamatan anak. Menurutnya, anak-anak sering kali hanya melihat sisi hiburan tanpa memahami dampak yang dapat terjadi apabila gerakan dilakukan secara salah.

“Kalau sampai salah posisi atau kehilangan keseimbangan, dampaknya bisa fatal bagi anak,” katanya, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, gerakan “sujud freestyle” membuat kepala dan leher menjadi titik tumpu tubuh. Kondisi itu sangat berbahaya apabila dilakukan tanpa pengawasan ataupun teknik yang benar, terlebih oleh anak-anak yang belum memahami risiko cedera.

Menurutbya, penyebaran tren tersebut sangat cepat karena dipengaruhi konten video pendek di media sosial. Banyak anak tertarik mencoba hanya demi mengikuti tren atau mendapat perhatian dari teman-temannya.

Karena itu, Disdikbud meminta sekolah segera meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, baik di dalam kelas maupun saat jam istirahat. Guru juga diminta aktif memberikan pemahaman kepada siswa terkait bahaya aksi viral yang berisiko.

Ia menilai pendekatan edukatif lebih efektif dibanding sekadar memberikan larangan atau hukuman kepada siswa. Anak-anak perlu diberi pemahaman mengenai alasan suatu aktivitas dinilai berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan mereka.

Selain sekolah, keluarga juga diharapkan ikut terlibat dalam pengawasan penggunaan media sosial anak. Orang tua diminta lebih memperhatikan konten yang sering ditonton maupun ditiru anak dalam kehidupan sehari-hari.

Disdikbud berharap langkah antisipasi sejak dini dapat mencegah munculnya korban akibat tren viral yang berbahaya di kalangan pelajar.

PENULIS: Re

Related Articles

BONTANGKALTIMSAMARINDA

Truk Kontainer Melintang di Jalan Poros Samarinda – Bontang, Lalu Lintas Macet Total

BONTANG. Saat ini sedang terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit...

ADVETORIALBONTANGCORPORATENASIONAL

Badak LNG Salurkan Dukungan Perlengkapan Sekolah dan Rumah Tangga untuk Masyarakat Terdampak Gempa di Sigi

BONTANG. Badak LNG menyerahkan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam...

BONTANG

Tingkatkan Keselamatan Wisata Bahari, Pokdarwis Dorong Sinergi Lintas Sektor di Bontang

BONTANG. Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Bontang mendorong penguatan standar keselamatan...

BONTANG

Sisir Blok Hunian WBP, Tim Patnal Lapas Bontang Tak Temukan Barang Terlarang dan Praktik Penipuan

Tim Patnal Lapas Bontang saat gelar investigasi di Blok hunian WBP. (FOTO:...