BONTANG. Tumpukan sedimentasi yang telah mengendap selama betahun-tahun di parit sekitar Kelurahan Telihan menjadi salah satu penyebab pendangkalan yang menghambat aliran air dan memicu banjir saat musim hujan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk menyewa ekskavator guna mendukung normalisasi parit di wilayah tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bonnie Sukardi, mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, normalisasi diharapkan dapat memperlancar aliran air, meningkatkan kapasitas parit dalam menampung debit air, serta mengurangi risiko genangan yang berpotensi meluas hingga ke permukiman warga.
“Intinya, saya mengapresiasi Pupuk Kaltim yang sudah membantu kegiatan normalisasi ini, di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat ke APBD Kota Bontang,” ucap Bonnie.
Ia menilai, bantuan dari perusaahaan melalui program TJSL sangat berarti, terutama untuk mendukung penanganan persoalan infrastruktur lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Bonnie berharap, pengerukan sedimentasi tidak hanya memperbaiki aliran air di parit, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mengurangi persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya ketika intensitas hujan meningkat.
Perwakilan TJSL Pupuk Kaltim, Suryadi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggap bencana perusahaan untuk menanggulangi banjir di Kelurahan Telihan. Bantuan tersebut disalurkan untuk mendukung pembersihan sedimentasi yang memicu pendangkalan parit dan mengurangi kapasitas penampungan air.
“Lewat pembersihan sedimentasi yang tebal ini, kami berharap aliran air parit jadi lebih lancar dan daya tampungnya meningkat. Jadi, pas musim hujan datang, air bisa mengalir dengan baik tanpa meluap ke permukiman warga,” ujarnya.
Kegiatan normalisasi parit di Kelurahan Telihan ini dimulai pada Sabtu (10/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari.