Home EDUKASI Erau 2026 Dibuka, Tradisi Kutai Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
EDUKASIENTERTAINMENTKALTIMKUKARRAGAM

Erau 2026 Dibuka, Tradisi Kutai Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

13

TENGGARONG. Erau Adat Kutai Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kembali digelar di Tenggarong. Rangkaian kegiatan yang berlangsung 20–27 September 2026 ini mengangkat tema “Raja Manunggal Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya” yang menggambarkan kedekatan hubungan antara pemimpin dan masyarakat.

Opening ceremony Erau 2026 berlangsung di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pembacaan sabda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong.

Sementara itu, rangkaian adat yang bersifat sakral telah dimulai sebelumnya melalui prosesi berdirinya Tiang Ayu. Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian adat Erau yang hingga kini masih dijalankan.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan, berbagai prosesi dalam Erau memiliki nilai yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Kutai. Karena itu, keberlangsungannya perlu dijaga sekaligus dipahami oleh generasi penerus agar tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan tahunan.

“Erau bukan sekadar pesta adat tahunan atau tontonan budaya. Erau adalah simpul warisan leluhur, fondasi identitas, dan mata rantai peradaban Kutai yang melintasi zaman,” kata Aulia.

Menurutnya, pelestarian tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan pelaksanaan Erau setiap tahun. Pemahaman terhadap tata cara dan filosofi di balik setiap prosesi juga perlu diberikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Anak-anak Kutai harus diberikan ruang untuk melihat, memahami, dan merasakan langsung setiap rangkaian adat. Dari situ tumbuh pengetahuan dan kecintaan terhadap identitas budaya mereka,” ujarnya.

Salah satu tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian Erau adalah Beseprah, yakni tradisi makan bersama yang mempertemukan masyarakat tanpa membedakan kedudukan. Tradisi lainnya, Belimbur, memiliki pesan simbolik mengenai penyucian diri, membersihkan hati, serta mempererat persaudaraan.

Tema Erau 2026, “Raja Manunggal Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya,” menurut Aulia mencerminkan nilai kebersamaan, penghormatan, pelayanan, dan tanggung jawab antara pemimpin dengan masyarakat. Ia menjelaskan, hubungan tersebut bukan sekadar mengenai kedudukan raja dan rakyat, tetapi juga bagaimana keduanya saling menjaga dan menguatkan dalam kehidupan masyarakat.

Tema tersebut kemudian diterjemahkan melalui sejumlah rangkaian adat yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kehadiran masyarakat dalam berbagai prosesi menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pada tahun ini, Festival Budaya Erau Adat Kutai juga masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN). Aulia menyebut hal tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Kutai Kartanegara kepada masyarakat yang lebih luas, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan Erau sebagai agenda pariwisata tetap memperhatikan keaslian tata cara adat dan nilai yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat prosesi adat kehilangan karakter dan filosofi yang diwariskan para leluhur.

“Keaslian tata cara adat dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya harus tetap dijaga agar Erau tidak kehilangan maknanya,” tegasnya.

Aulia pun mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan seluruh rangkaian Erau 2026. Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar tradisi tersebut tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Erau milik masyarakat Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan Indonesia,” ujarnya.

PENULIS: Fairuzzabady

Related Articles

BONTANGRAGAM

Lima Tahun Tak Putus, Satimpo Berbagi Jadi Wujud Kepedulian Lurah dan Pegawai kepada Warga

BONTANG. Kepedulian terhadap warga kurang mampu terus ditunjukkan Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang...

EDUKASIENTERTAINMENTKALTIMKUKARRAGAM

“Raja Menjamu Rakyatnya”, Semangat Berbagi di Balik Erau 2026

Sultan Aji Muhammad Arifin mengikuti prosesi Beluluh Awal Sultan di Kedaton Kesultanan...

KALTIMNUSANTARA

Basuki Hadimuljono Pastikan Sumur Bor Eksplorasi di IKN Sepenuhnya untuk Kebutuhan Warga

Kepala Otorita IKN beserta jajaran bertemu dengan Camat Sepaku, kepala desa setempat,...

KALTIMNUSANTARA

Zona Inti IKN Jadi Prioritas Utama Pengamanan Karhutla, Pemerintah Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

NUSANTARA. Kualitas udara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (KIPP...